<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>myQuran - CurHatMu</title>
		<link>http://myquran.com/forum/</link>
		<description>Curahan Hati Muslim - Punya uneg˛? Lagi bete? Punya masalah? Mari kita saling berbagi rasa dan menguatkan satu sama lain di sini.</description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 23:37:24 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>60</ttl>
		<image>
			<url>http://myquran.com/forum/images/misc/rss.png</url>
			<title>myQuran - CurHatMu</title>
			<link>http://myquran.com/forum/</link>
		</image>
		<item>
			<title>kenapa diuji dengan cara seperti ini??</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/15191-kenapa-diuji-dengan-cara-seperti-ini?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 02:36:02 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[sepertinya slma ini sy selalu bersikap wajar, tp kenapa sy difitnah dengan cara seperti ini??semuanya begitu cepat berubah. "Allah ga akan menguji...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>sepertinya slma ini sy selalu bersikap wajar, tp kenapa sy difitnah dengan cara seperti ini??semuanya begitu cepat berubah. &quot;Allah ga akan menguji makhluknya melebihi batas kemampuannya&quot;. tp kali ini sy merasa benar2 ga mampu dan sanggup lagi bertahan dengan keadaan seperti ini. saya kecewa, terpukul, down, ga tau harus menghadapi hari esok seperti apa lagi. saya difitnah oleh orang yg sangat sy sayangi, mungkin lebih tepatnya salah paham. sy dihina dengan kata2 kasar yg tak seharusnya dikeluarkan oleh mulut seorang muslim. sebagai seorang wanita sy merasa dilecehkan dgn kata2 kasar seperti itu. mungkin kalau yg menghina bukan orang yg sayangi rasanya ga begitu sakit tp ini berbeda. semua penjelasan sy dibalas dengan cacian dan hinaan. lagi dan lagi....</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>dewi chyta</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/15191-kenapa-diuji-dengan-cara-seperti-ini</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Saran Mohon nasihat</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14815-Mohon-nasihat?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 10:27:46 GMT</pubDate>
			<description>Bila aku jatuh cinta . . .namun harus menunggu dan tak pasti 
 
AP yg dilakukan bialn cinta telah ternoda</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Bila aku jatuh cinta . . .namun harus menunggu dan tak pasti<br />
<br />
AP yg dilakukan bialn cinta telah ternoda</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>Cybercrome</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14815-Mohon-nasihat</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Kapan Curhat Itu Diperlukan?</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14707-Kapan-Curhat-Itu-Diperlukan?goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 03:22:17 GMT</pubDate>
			<description>Oleh : Ubaydillah, AN 
 
 
*Kebutuhan Sosial Insani* 
 
Dari praktek yang sering kita lakukan, curhat (dibaca: curahan hati) itu adalah pengungkapan...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Oleh : Ubaydillah, AN<br />
<br />
<br />
<b>Kebutuhan Sosial Insani</b><br />
<br />
Dari praktek yang sering kita lakukan, curhat (dibaca: curahan hati) itu adalah pengungkapan kita tentang kita (personal)  kepada orang lain. Curhat ini berbeda dengan pengaduan. Pengaduan lebih sering dipakai untuk hal-hal yang bersifat sosial.  Curhat juga berbeda dengan konseling. Konseling lebih bersifat personal-formal. Di samping itu, konseling memiliki standar profesional dan terkadang juga harus bayar. Hal yang paling mendasar dari konseling adalah bimbingannya. <br />
<br />
Seiring dengan kemajuan teknologi, praktek curhat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Ada stasiun radio yang khusus menangani orang yang ingin curhat. Ada provider telepon seluler yang membuka nomor khusus untuk curhat. Ada mailing list khusus yang memang didesain untuk keperluan curhat. Bahkan tak sedikit website yang berubah fungsinya menjadi semacam tempat untuk curhat-curhatan antar membernya.<br />
<br />
Kenapa banyak orang yang menempuh cara curhat? Adakah manfaat yang bisa dipetik dari cara demikian? Memang ada pendapat yang berbeda-beda soal hal ini. Dari sebagian orang yang saya tanya, ada yang menganggap  curhat itu kurang kerjaan. Masalah itu tidak selesai dengan curhat. Curhat itu adalah lambang kecengengan. Tapi tidak sedikit yang menganggap itu sangat dibutuhkan. Curhat bisa menormalkan emosi, bisa menyumbangkan pandangan, dan bisa melegakan batin. Meski masalah tidak selesai dengan curhat, tetapi biasanya sehabis curhat kita merasa plong atau lebih ringan.<br />
<br />
Kalau dilihat dari teorinya, memang ada banyak penjelasan yang bisa dipahami bahwa curhat itu termasuk kebutuhan sosial manusia. Di antara kebutuhan sosial itu misalnya: ingin ditemani, ingin ada orang yang merasa senasib, ingin dipedulikan, ingin dihargai, ingin dianggap, ingin didengarkan, dan seterusnya dan seterusnya. Kata sebuah bait puisi yang pernah saya baca, sumbangsih yang paling berharga untuk sesama kita adalah kesediaan untuk saling mendengarkan. <br />
<br />
Menurut Horney (1945), setiap orang itu pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan dasar. Kebutuhan pertama adalah kebutuhan untuk mendekati orang lain / orang banyak guna mendapatkan cinta / pengakuan. Curhat bisa masuk dalam kebutuhan ini. Kebutuhan kedua adalah kebutuhan untuk menjauhi orang banyak guna memperoleh kebebasan dan kemandirian. Sedangkan kebutuhan ketiga adalah kebutuhan untuk menentang orang banyak guna mendapatkan kekuasaan atau kekuatan (unjuk gigi).<br />
<br />
Terlepas itu berguna atau tidak, tapi prakteknya ini kerap kita lakukan atau sulit dihindari untuk tidak melakukannya. Karena itu, mungkin di sini yang diperlukan adalah melihat kapan dan bagaimana curhat itu kita lakukan. Di bawah ini ada beberap hal yang mungkin perlu kita perhatikan:<br />
<br />
<b>Pertama</b>, curhat-lah hanya pada orang yang menurut anda itu layak. Layak di sini pengertiannya mungkin layak dalam  menjaga rahasia pribadi, layak dalam menangani masalah, layak secara kedekatan hubungan, dan seterusnya. Jangan curhat kepada semua orang atau sembarang orang. Lain soal kalau niat kita memang hanya untuk iseng. <br />
<br />
<b>Kedua</b>, curhat-lah hanya ketika kita mendapati masalah-masalah yang memang perlu curhat. Misalnya saja kita  menghadapi masalah yang rasa-rasanya belum terbayang bagaimana menanganinya. Saat itu kita butuh pembanding, butuh konfirmasi (penguat) dari orang lain, butuh informasi, dan seterusnya. Jangan curhat untuk semua masalah. Ini berpotensi menghilangkan power personal atau bisa dianggap kita ini cengeng atau selalu mengeluh. Bedanya terkadang sangat tipis dan tidak ketahuan. <br />
<br />
<b>Ketiga</b>, curhat-lah pada waktu yang tepat atau yang kira-kira tidak mengganggu orang yang kita curhati. Jangan sedikit-sedikit curhat atau curhat terlalu lama. Perlu kita ingat bahwa ketika kita sadang sangat butuh untuk curhat, umumnya kondisi emosi kita tidak stabil. Mungkin stress, depresi atau mungkin sedang merasa terhimpit. Dalam kondisi semacam itu, biasanya kita cenderung &quot;agak memaksa&quot; orang lain. Kita ingin secepatnya dipahami oleh orang lain lebih dulu. Padahal kita juga perlu memahami orang lain. Karena itu, yang dibutuhkan di sini adalah kendali diri. Jangan sampai kita mengesampingkan kebutuhan untuk memahami orang lain meski keinginan kita adalah untuk dipahami secepatnya.<br />
<br />
<b>Keempat</b>, curhat-lah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan perasaan. Meski kita yang punya acara untuk curhat itu, tapi jangan lupa juga memberikan kesempatan bicara kepada orang yang kita curhati. Ajukan pertanyaan seputar pengalaman dan pengetahuannya tentang persoalan tertentu. Jangan sampai kita curhat hanya untuk curhat. Walaupun ini sah juga tapi alangkah baiknya kalau kita juga mendapatkan manfaat yang banyak. Selain itu, dapatkan juga dukungan. Agar ini tercapai, kita harus tahu orang yang tepat untuk dicurhati.<br />
<br />
<b>Kelima</b>, curhat-lah untuk tujuan yang positif dan konstruktif. Ini maksudnya adalah demi kebaikan kita atau demi untuk memperbaiki situasi. Titik. Kenapa perlu dibatasi? Terkadang kita curhat dengan menjelek-jelekkan orang lain, entah itu atasan, teman, pasangan, keluarga, dan siapa saja yang intinya malah memperkeruh suasana. Masalah kita dengan orang lain dan apa saja yang dilakukan orang lain atas kita memang butuh penjelaskan. Tapi, penjelasan di situ sifatnya untuk membeberkan fakta atau memberikan perspektif yang lebih utuh. Ini agar diketahui apa saja yang sebaiknya kita lakukan. Yang jangan sampai adalah penjelasan itu kita bumbui dengan fitnah, adu domba, kedengkian, manipulasi fakta, dan seterusnya. Ini berbahaya buat kita sendiri dan orang lain tentunya.<br />
<br />
  <br />
<b>Hindari Lima Hal</b><br />
<br />
Meski tidak ada kaidah yang mengatur bagaimana kita seharusnya curhat, tapi sepertinya ada rambu-rambu tak tertulis yang perlu kita perhatikan. Sebagian dari sekian rambu-rambu itu adalah:<br />
<br />
<b>Pertama</b>, jangan berharap terlalu banyak (over-expectation). Kita mengharapkan seluruh penyelesaian masalah kepada orang yang kita curhati. Ini berpotensi memunculkan mentalitas yang oleh Bandura disebut Avoiding personal responsibility, kebiasaan melemparkan tanggung jawab. Kita perlu sadar, karena kita yang terkena masalah, maka kitalah yang perlu bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Orang lain itu kita butuhkan sebagai bantuan, bukan sebagai tempat untuk melemparkan tanggung jawab. Kita memang harus butuh orang lain, tetapi tidak boleh mengandalkan orang lain.<br />
<br />
<b>Kedua</b>, fokuskan pada perbaikan situasi, masalah, atau problem, bukan pada orang. Kenapa ini penting untuk diingat? Seperti yang sudah kita singgung, terkadang kita ingin curat ketika bermasalah dengan orang lain. Saat itu pikiran kita selalu mengarah pada kesimpulan bahwa orang lain-lah yang harus berubah. Padahal, dalam situasi semacam itu, bisanya ini sangat sulit terwujud. <br />
<br />
Sebagai gantinya,  fokuskan pada persoalan (problem, not people). Ini berarti arah yang kita capai adalah bagaimana mengubah diri sendiri dalam menghadapi masalah itu, bukan bagaimana mengubah orang lain yang keberadaannya di luar kontrol kita. Mengubah diri sendiri, mengubah pendekatan dan perlakuan kita terhadap orang lain, biasanya akan mengubah orang lain. Untuk mengubah diri sendiri ini, mintalah masukan kepada orang yang kita curhati.  <br />
<br />
<b>Ketiga</b>,  jangan &quot;menjual masalah&quot; melalui curhat. Maksudnya adalah, jangan melakukan curhat untuk diberi semacam yang bisa disebut &quot;belas kasihan&quot;, meskipun itu bukan niat kita. Kenapa? Prakteknya, posisi demikian terkadang kurang menarik minat orang lain untuk ber-empati (share of feeling atau peduli). Padahal empati itu mungkin tujuan kita.  Tapi jangan juga menampilkan sikap atau prilaku yang bisa disimpulkan sebagai kesombongan atau tidak tahu diri, misalnya menolak bantuan yang kita butuhkan atau enggan berterima kasih atas nama kesombongan dan keangkuhan <br />
<br />
<b>Keempat</b>, harus efektif dan efisien. Maksudnya pasti kita sudah tahu. Efektif artinya seimbang antara usaha yang kita lakukan dan hasil yang kita dapatkan (tepat sasaran). Sedangkan efisien adalah penggunaan waktu / biaya  yang sebaik-baiknya untuk mencapi hasil yang kita inginkan. Dulu, sebelum tehnologi seluler ditemukan, banyak kantor yang kebobolan teleponnya. Menurut hasil survei yang pernah saya baca, ternyata hanya 20 % penggunaan telepon kantor itu yang untuk urusan kantor. Sisanya tidak jelas, mungkin untuk pacaran, curhat-curhatan, dan seterusnya. Kalau begini caranya, tentu kita rugi dan kantor pun rugi. <br />
<br />
<b>Kelima</b>,  jangan sampai membuka ruang untuk disalah-tafsirkan. Poin ini sangat penting untuk orang yang sudah berkeluarga. Kata seorang penasehat perkawinan yang saya kenal, amat sangat disarankan untuk tidak curhat kepada orang lain yang lawan jenis, terutama tentang masalah keluarga atau pribadi. Kenapa? Sebetulnya tidak apa-apa juga selama itu dilandasi oleh ke-sepaham-an dan masih dalam batas yang proporsional. Tapi bila dua hal ini tidak ada, ini berpotensi memunculkan salah tafsir dari orang yang kita curhati atau dari orang sekitar. <br />
<br />
<br />
<b>Untuk Orang yang Dicurhati</b><br />
<br />
Di antara kita pasti ada yang selalu didatangi orang untuk curhat. Kalau anda termasuk, syukurilah itu. Kenapa? Dilihat dari perkembangan teori kecerdasan (Multiple Intelligence), ada yang mengatakan bahwa tanda-tanda orang yang punya kecerdasan Interpersonal itu adalah sering dimintai nasehat, pandangan, pendapat atau mungkin sering dicurhati orang. Kalau itu selalu dikembangkan, pasti akan membuahkan keuntungan, entah itu dalam kehidupan profesi, karir, keluarga atau masyarakat.<br />
<br />
Berdasarkan kasus-kasus yang kerap muncul, baik di lapangan atau di dalam penjelasan literatur, nampaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Ini antara lain:<br />
<br />
<b>Pertama</b>, setiap masalah itu adalah masalah bagi orang yang sedang terkena masalah. Tidak ada masalah yang ringan bagi orang yang sampai merasa perlu untuk men-curhat-kan masalahnya. Artinya, jangan sampai kita menyepelekan masalah orang lain dengan mengatakan, misalnya saja: gitu aja dipikirin, cengeng banget kamu, saya pernah punya masalah yang jauh lebih dahsyat tapi tidak secengeng kamu, dan seterusnya dan seterusnya. Mungkin intinya di sini adalah kita merendahkan orang lain.<br />
<br />
Akan lebih bagus kalau kita berusaha mendengarkan, memahami dan mengeksplorasi perspektif ke tingkat yang lebih luas. Kalau kita punya pengalaman pribadi, sampaikan itu ke dalam paket solusi-solusi alternatif. Kalau kita belum punya referensinya, kasihlan pendapat yang mengarah pada penemuan solusi atau perbaikan-perbaikan. Ini akan lebih positif dibanding dengan ketika kita mengangkat diri sendiri dan menjatuhkan orang lain.<br />
<br />
<b>Kedua</b>, tunjukkan empati, bukan simpati. Empati itu pada dasarnya adalah peduli atau care (perhatian). Thomas F. Mader &amp; Diane C. Mader, dalam Understanding One Another (1990), menjelaskan, empati itu adalah kapasitas seseorang untuk bisa berbagi atas dasar semangat  kepedulian. Peduli ini, kalau mengacu pada teori kompetensi, ada tingkatannya atau ada skalanya. Bentuk peduli yang paling tinggi adalah bantuan nyata atau tindakan. <br />
<br />
Lalu kenapa harus menghindari simpati? Simpati yang dimaksudkan di sini adalah menaruh belas kasihan tetapi dasarnya itu adalah (semacam) merendahkan atau menghina orang yang curhat ke kita seolah-olah nasibnya sangat lebih jelek dibanding kita. Simpati dalam pengertian seperti ini agaknya kurang dibutuhkan. Termasuk dalam pengertian simpati di sini adalah, kita ikut hanyut atau larut ke dalam perasaan orang yang curhat sampai-sampai membuat akal sehat kita tidak bekerja untuk melihat persoalan. Logikanya, kalau kita sendiri ikut hanyut, apa ya mungkin kita bisa memberi masukan yang menyehatkan?<br />
<br />
<b>Ketiga</b>, faktual dan &quot;problem centered&quot;. Menurut teori manajemen, keputusan yang kualitasnya bagus adalah keputusan yang dilandasi fakta, bukan berdasarkan perasaan pribadi.  Ini terkadang tepat pula untuk memberi masukan kepada orang yang curhat. Agaknya kita perlu menghindari pemberian saran, masukan atau pendapat yang malah membuat orang malas berpikir, punya harapan atau keyakinan yang tidak realistis, atau malah menghancurkan spirit hidupnya. <br />
<br />
Dekatkan orang pada masalah yang dihadapi (faktual) dan bangkitkan spiritnya. Jangan menghibur seseorang dengan kata-kata manis yang tidak mendorongnya untuk melakukan sesuatu (aksi atau antisipasi). Tapi jangan pula menggembosinya dengan opini-opini negatif yang merusak atau kata-kata yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan destruktif.<br />
<br />
<b>Keempat</b>, hindari upaya untuk memojokkan, menyalahkan dan apalagi memarahi. Fokuskan pada apa yang bisa dilakukan oleh dia dan oleh kita  terkait dengan masalah yang muncul. Bagaimana kalau demi &quot;pendidikan&quot;? Bisa-bisa saja. Cuma, memarahi orang yang sedang terkena masalah biasanya kurang efektif dan sangat mungkin memancing penolakan. Yang ia butuhkan adalah bantuan. Mungkin nanti kalau kita sudah bisa membantu barulah kita memarahinya, kalau memang itu diperlukan. Jangan sampai kita mengatakan sesuatu yang menyakitkan padahal kita tidak bisa membantu apa-apa. <br />
<br />
<b>Kelima</b>, jaga &quot;kehormatan&quot; orang yang curhat. Kehormatan di sini termasuk misalnya saja: merahasiakan sesuatu yang memang harus dirahasiakan. Kalau pun itu harus dikatakan kepada orang lain / pihak ketiga, hendaknya itu perlu didesain dengan bahasa yang kira-kira bisa memunculkan solusi atau perbaikan, bukan untuk meremehkan, menjelek-jelekkan, atau membuka aib seseorang.<br />
<br />
Itulah sebagian dari sekian hal yang mungkin penting untuk diingat ketika hendak curhat atau ketika dicurhati orang lain. Semoga bermanfaat.<br />
<br />
<br />
Sumber: <a href="http://www.e-psikologi.com/epsi/sosial_detail.asp?id=416" target="_blank">http://www.e-psikologi.com/epsi/sosi...ail.asp?id=416</a></div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>ipin4u</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14707-Kapan-Curhat-Itu-Diperlukan</guid>
		</item>
		<item>
			<title>mohon saran dan nasehatnya</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14687-mohon-saran-dan-nasehatnya?goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 16:43:32 GMT</pubDate>
			<description>assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh 
saya sejak smp tidak tinggal dengan orang tua... saat ini saya mahasiswa smster 5. sekarang ini saya...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh<br />
saya sejak smp tidak tinggal dengan orang tua... saat ini saya mahasiswa smster 5. sekarang ini saya sedang bimbang dengan masalah pergaulan, kalau saya bergaul dengan teman2 sebaya saya, kebanyakan mereka akan membawa saya kearah yg kurang baik sedangkan kalau saya tidak bergaul, saya tidak teman... saya sering mencari kegiatan sendiri tapi akhirnya jenuh juga, ada teman yg saya anggap baik tetapi tidak pas rasanya di hati. <br />
bagi yg punya solusinya tolong kasih tau saya, karena sudah lama saya mengalami ini, dan menyebabkan kualitas ibadah saya jadi maju mundur. tolong ya..@:(</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>rahmat_gunawan</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14687-mohon-saran-dan-nasehatnya</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Pertanyaan ramadhan harus berkesan</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14584-ramadhan-harus-berkesan?goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 08:15:04 GMT</pubDate>
			<description>Saya ingin ramadhan kali ini berkesan dan selalu teringat ampe tua.. ada saran??</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Saya ingin ramadhan kali ini berkesan dan selalu teringat ampe tua.. ada saran??</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>yundi</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14584-ramadhan-harus-berkesan</guid>
		</item>
		<item>
			<title>untuk kalian saudaraku</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14553-untuk-kalian-saudaraku?goto=newpost</link>
			<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 15:03:03 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokattu, 
 
UNTUK KALIAN : yang berkoar - koar mengikuti RASULULLAH SAW ,yang katanya dari segala aspek ,baru...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokattu,<br />
<br />
UNTUK KALIAN : yang berkoar - koar mengikuti RASULULLAH SAW ,yang katanya dari segala aspek ,baru beranjak dari ibadah serta penampilan fisik yang begitu menggoda ,sudah merasa paling benar sendiri,tak sedikit yang berada dalam kemunafikan melupakan aspek humanitarianisme,egalitarisme,keadilan soSial ,keadilan ekonomi ,bahkan ada yang pacaran disertai kemaksiatan ,,,,,,TUNJUKAN SIKAP HANYA MENGHARAP RIDHO ALLAH SWT serta Nabi ,,jangan berharap pengakuan dari mahkluk tempatnya khilaf ,salah ,dan hina ,,,<br />
pelajari lah ilmu dari berbagai sumber telitilah ilmu ilmu itu sampai ke akar akar nya ,,,bukan orang yang pandai debat yang berilmu contohlah nabi kita ,kearifan,bijaksana ,tdk egois ,lemah lembut ,dakwah beliau<br />
Jangan sampai karena AMBISImu kalian jadi bertengkar antar saudara semuslim ....kalau orang terlalu banyak berbicara ,maka bicaranya kadang akan kurang menggunakan akal sehat ,bicaranya akan tidak akurat dan tidak relevan lagi bahkan keluar dari jalur ,sedangkan kalau orang berpikir dengan seksama maka dia akan mampu melihat dengan jelas dan dengan intuitif karakter ,orang,situasi,atau subjek yang kompleks.<br />
MISKIN namun bermoral baik adalah lebih baik dibanding KAYA namun menyeleweng dari kewajiban dari kebaikan dan dari susila kalo makan SEOLAH TIDAK MAU TAU TETANGGA SEBELAH SUDAH MAKAN ATAU BELUM .KEJAM KEPADA atau menindas orang lemah ,ATASAN KEPADA BAWAHAN ,SENIOR KEPADA JUNIOR,YANG TUA KEPADA YANG MUDA ADALAH SEBURUK-BURUKNYA TINDAK KEJAHATAN ......<br />
PENGUSAHA HARUS mengambil resiko dan banyak hal yang kecil jadi lebih kuat dibanding hal yang besar ,<br />
TALI YANG PALING ANDAL UNTUK KALIAN pegangi adalah tali yang menghubungkan antara engkau dan ALLAH SWT beserta nabi .<br />
<br />
<br />
PASRAHKAN KEPADA ALLAH SWT AGAMA DAN DUNIA MU,DAN MOHONLAH KEPADANYA SEMOGA KALIAN BERHASIL HIDUP MASA KINI DAN DI MASA MENDATANG ,DI DUNIA INI DAN DI AKHIRAT KELAK DENGAN SEBAIK-BAIK KEHIDUPAN ....<br />
<br />
SELAKU PRIBADI SAYA MENGAJAK MARI KITA BERSAMA SAMA MENCOBA MENJADI PRIBADI YANG INSAN KAMIL ,,,,BERMORAL,TAAT ,DARI YANG BURUK KE BAIK BERTOBAT SAAT KEMBALI MELAKUKAN KESALAHAN ,MENGINGATKAN SAUDARA KITA SAAT SALAH DEKATI AJAK BICARA ,JANGAN SINIS JANGAN NEGATIVE DULU ,,,<br />
<br />
SEKIAN DARI CATATAN SAYA SELASA PAGI JAM SETENGAH SATU MALAM DI TEMPAT KERJA TEMEN ,,,,</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>badar syuhada</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14553-untuk-kalian-saudaraku</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Kenapa ya, tulisan tanganku tidak rapih bahkan bisa dibilang jelek, bila dibandingkan teman2ku.</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14470-Kenapa-ya-tulisan-tanganku-tidak-rapih-bahkan-bisa-dibilang-jelek-bila-dibandingkan-teman2ku.?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 07:04:14 GMT</pubDate>
			<description>Wirelessly posted (Opera/9.80 (J2ME/MIDP; Opera Mini/4.2.14912/19.892; U; id) Presto/2.5.25) 
 
Apakah ada hubungan antara tulisan degan kepribadian....</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><font size="1">Wirelessly posted (Opera/9.80 (J2ME/MIDP; Opera Mini/4.2.14912/19.892; U; id) Presto/2.5.25)</font><br />
<br />
Apakah ada hubungan antara tulisan degan kepribadian. Sekalian minta tips bagaimana cara membuat tulisan tanggan menjadi rapih.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>yaumilkarim</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14470-Kenapa-ya-tulisan-tanganku-tidak-rapih-bahkan-bisa-dibilang-jelek-bila-dibandingkan-teman2ku.</guid>
		</item>
		<item>
			<title>apa yang harus kulakukan???</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14436-apa-yang-harus-kulakukan?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 14:18:35 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[Assalamu'alaikum... 
 
mohon saran dan masukannya... 
jadi ceritanya gini, saat ini saya sedang berikhtiar mencari kerja. sampai saat ini belum ada...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Assalamu'alaikum...<br />
<br />
mohon saran dan masukannya...<br />
jadi ceritanya gini, saat ini saya sedang berikhtiar mencari kerja. sampai saat ini belum ada yang menerima saya, beberapa alasannya adalah karena saya &quot;berjilbab&quot;.<br />
bahkan disalah 1 prshn, ada pernyataan tertulis saat psikotes.<br />
sedangkan yg 2 lagi, memberi tahu secara baik2 dengan alasan 'kebijakan'.<br />
kemudian, hari ini kaka saya bilang bahwa tmnnya yg menjadi hrd di salah 1 prshn B*kr** mau memasukan saya ke prshn tsb. tapi dengan terpaksa saya ditolakkarena saya berjilbab.<br />
masya ALLAH....bertubi2 jilbab menjadi masalah dalam mencari  kerja.<br />
papa saya yg khawatir masa depan anaknya, mengusulkan saya melepaskan jilbab sementara.<br />
ditambah, kaka saya bilang bhw di Indonesia masih ada perbedaan antara hukum berjilbab. dia mencontohkan dakwah QS.saya merasa kalah berdebat.<br />
saya coba buka threat yg dulu saya tanya ttg ceramah QS di myq.org, udah ga ada.<br />
SAMPAI MATI saya mempertahankn jilbab ini !!!<br />
hanya saja saya memang jadi sedih dan kecewa.<br />
<br />
<br />
kemudian ada sahabat saya berkata, kalau mau berjuang harus bersama komunitas yang sama.<br />
meyakini bahwa jilbab itu adalah wajib.<br />
<br />
<br />
saya harus bagaimana untuk meyakinkan orang2 dskeliling dan tetap mempertahankan keyakinan saya??<br />
komunitas apa yang teman saya maksut ya?<br />
sedangkan terus terang, saya belum begitu siap gabung dalam komunitas tertentu krn pasti akan memisahkan diri begitu jelas/nyata.<br />
sedangkan saya, masih belum sekuat itu keimanannya.<br />
<br />
teman2, bantu yah....<br />
makasih :)</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>citra_cute</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14436-apa-yang-harus-kulakukan</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Pertanyaan bagaimana caranya bila saya masuk islam</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14110-bagaimana-caranya-bila-saya-masuk-islam?goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 06:38:11 GMT</pubDate>
			<description>bagaimana caranya bila saya masuk islam,mohon pendapatnya</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>bagaimana caranya bila saya masuk islam,mohon pendapatnya</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>anton010</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14110-bagaimana-caranya-bila-saya-masuk-islam</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jilbab</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/14109-Jilbab?goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 06:24:51 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokattu, 
 
langsung aja ya! 
ichi minta sarannya dunk. salah satu murid ichi mau memakai jilbab. tapi tidak...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokattu,<br />
<br />
langsung aja ya!<br />
ichi minta sarannya dunk. salah satu murid ichi mau memakai jilbab. tapi tidak boleh dengan ibunya. bapaknya si boleh. tapi semua kputusan di tangan ibu nya. bapaknya Islam, ibunya sampai sekarang masih kristen. tapi anak-anak nya beragama Islam semua. murid ichi sekarang kelas 1SMP. dia anak ke 3 dari 3 bersaudara. Bagaimana ya dia bilang ma ibunya kalau anaknya ingin memakai jilbab? supaya dia boleh pakai jilbab? ichi dah bilang supaya bujuk ja bapaknya supaya bapaknya bilang ma ibunya. tapi ibu nya bersihkeras kalau dia ga boleh pakai jilbab. sewaktu masih SD dia bersihkeras mau masuk SMP di sekolah Islam tp ga boleh? untuk seumuran dia, ichi ngerasa memang pengetahuan agamanya lumayan bagus. mungkin karena mempunyai 2 ortu yg berbeda agama y? jd dia banyak mencari tahu..dia jg ingin nya kelas 2 nanti pindah ke sekolah Islam tp bingung alasannya? coz kata dia supaya dia bisa pakai jilbab. selama ichi mengajar dia, dia memang banyak bertanya tentang Islam. ibu nya dengan dia tidak dekat. karena ke 2 ortunya berangkat pagi pulang malam.<br />
<br />
ada yg bisa kasih saran? <br />
1. supaya ibunya bisa membolehkan anaknya memakai jilbab?<br />
2. supaya dia bisa pindah ke sekolah Islam?<br />
<br />
wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokattu..</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>ichiban</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/14109-Jilbab</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mohon masukan ide- idenya ...</title>
			<link>http://myquran.com/forum/showthread.php/13982-Mohon-masukan-ide-idenya-...?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 08:05:33 GMT</pubDate>
			<description>Asalamualaikum myqers , ane mo share ide nih kira-kira acara apa yang bisa ane  adain buat memeriahkan bulan ramadhan yang berbarengan sama 17...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Asalamualaikum myqers , ane mo share ide nih kira-kira acara apa yang bisa ane  adain buat memeriahkan bulan ramadhan yang berbarengan sama 17 belasan plus nuzulul quran , cz ane diangkat jadi koordinator remaja masjid se-RW ane ?? ane sih dah punya konsep tapi masih absurd gitu...mohon sarannya yaa ...trims wasalamualaikum wr. wb ..</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://myquran.com/forum/forumdisplay.php/23-CurHatMu">CurHatMu</category>
			<dc:creator>excelboy</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://myquran.com/forum/showthread.php/13982-Mohon-masukan-ide-idenya-...</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
