Send an Instant Message to novi_khansa Using...
Yahoo!
novikhansa
Pada sebuah kesempatan saat kuliah, salah satu dosen kami bercerita. Hal yang biasa sebagai selingan dari materi yang beliau sampaikan. Ada beberapa cerita yang sempat terulang, misalnya kisah Rabi'ah Al Adawiyah. Kali ini, ceritanya tentang seorang ulama yang sudah banyak menghasilkan karya.
Ulama yang satu ini, aku agak lupa persisnya nama ulama tersebut, saking rajinnya mencari ilmu dan menulis sehingga tidak sempat makan. Ibunya yang melihat hal itu tidak tega dan menyuapi makanan
Saya terbangun pada suatu hari dengan terkejut. Semua berubah, dari letak meja di kamar saya hingga lukisan dinding yang biasanya ada tepat di hadapan saya yang kini berganti dengan jam dinding bulat berwarna biru.
Saya pikir saya tidak lagi di kamar saya, tetapi di sebuah tempat yang tidak saya kenal. Saya raba kasur dan sarung bantalnya, wangi pengharum pakaian. Akan tetapi, saya bisa rasakan ini adalah kasur yang biasa...
Tampaknya saya belum terbiasa dengan suasana
Setiap orang punya rencana dalam kehidupan, termasuk bagi orang yang katanya, hidupnya itu mengalir bagai air. Menurut saya, setiap kita punya rencana karena otak memprogram segala sesuatu yang akan dikerjakan oleh anggota badan kita. Rasanya aneh, menjalani hidup tanpa ‘mengajak’ otak berpikir yang kemudian ‘memerintah’ anggota tubuh bergerak.
Niat, tekad dan kemauan menjadi bagian dari rencana. Banyak hal dari A sampai Z ada di dalam segudang rencana kita. Setelah dievaluasi begitu
Memutuskan sesuatu tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada banyak juga yang harus dikorbankan. Sementara itu, dalam hidup begitu banyak pilihan. Mau berkarya, mau diam, mau mencari obsesi, mau menjalani segalanya dengan mengalir, terencana hingga spontan...
Menepi sesaat dari hiruk pikuk. Berdiam sejenak di sudut ruang yang hanya diliputi sebuah lilin. Mencoba merenungi apa saja yang telah dijalani dan apa lagi yang akan dilewati. Menyadari syukur atas segala
Tergelitik dengan obrolan seorang teman via YM beberapa waktu lalu tentang menulis diary di internet. Teringat juga dengan obrolan via YM dengan teman lain yang juga bertanya seputar kepenulisan. Menulis tergantung mood, menulis kudu begini dan begitu hingga akhirnya tidak jadi menulis. Sampai akhirnya, saya melihat teman saya menulis. Diary yang cukup indah, lengkap dan ada semangat berbagi di sana, tapi dia kembali bilang, "Ini cuma coret-coret". Lho, kok.
Sebenarnya tulisan